“Dok, saya sudah rajin sikat gigi dan pakai obat kumur. Tapi kenapa mulut masih bau?”
Keluhan seperti ini cukup sering disampaikan pasien saat datang ke dokter gigi.
Sebagian pasien merasa malu membicarakannya. Ada juga yang baru menyadari setelah diberi tahu pasangan atau anggota keluarga.
Sebagai dokter gigi, saya ingin menjelaskan satu hal terlebih dahulu: bau mulut bukan hanya masalah kurang sikat gigi.
Dalam istilah medis, bau mulut yang tidak sedap sering disebut halitosis. Penyebabnya dapat berasal dari rongga mulut, kebiasaan sehari-hari, mulut kering, atau kondisi kesehatan tertentu.
Karena itu, jika Anda ingin mengetahui penyebab bau mulut dan cara mengatasinya, kita perlu mencari sumber baunya terlebih dahulu.
Kenapa Mulut Bisa Bau?
Di dalam rongga mulut terdapat banyak mikroorganisme.
Bakteri dapat memecah sisa makanan dan bahan organik di dalam mulut. Proses tersebut dapat menghasilkan senyawa berbau, termasuk volatile sulfur compounds atau VSC, yang berperan besar dalam bau mulut.
Area yang sering menjadi tempat penumpukan bakteri dan sisa makanan antara lain:
- Permukaan lidah
- Sela-sela gigi
- Sekitar gusi
- Gigi berlubang
- Area di bawah gigi tiruan
- Bagian gigi yang sulit dibersihkan
Itulah mengapa menyikat permukaan depan gigi saja belum tentu cukup untuk mengatasi bau mulut.
1. Lidah yang Tidak Dibersihkan
“Dok, memang lidah harus dibersihkan?”
Ya.
Ketika memeriksa pasien dengan keluhan bau mulut, saya juga memperhatikan kondisi lidah.
Permukaan lidah memiliki struktur yang dapat menjadi tempat berkumpulnya lapisan, sisa makanan, dan bakteri.
Anda mungkin pernah melihat lapisan berwarna putih atau kekuningan pada lidah.
Membersihkan lidah secara lembut sekali sehari menggunakan pembersih lidah dapat menjadi bagian dari kebersihan rongga mulut.
Namun, jangan menggosok lidah terlalu keras sampai berdarah.
2. Karang Gigi dan Penyakit Gusi
Salah satu penyebab bau mulut yang cukup sering saya temukan adalah masalah pada gusi.
Plak yang tidak dibersihkan dengan baik dapat menumpuk di sekitar gigi. Jika mengalami mineralisasi, plak dapat berkembang menjadi karang gigi.
Pasien mungkin mengalami:
- Gusi mudah berdarah
- Gusi merah
- Gusi membengkak
- Bau mulut
- Rasa tidak nyaman pada gusi
Pada penyakit periodontal yang lebih lanjut, jaringan pendukung gigi juga dapat mengalami kerusakan.
Jika penyebab bau mulut adalah karang gigi dan penyakit gusi, menggunakan permen mint hanya menutupi bau untuk sementara.
Sumber masalah pada gusi tetap perlu dirawat.
3. Gigi Berlubang
Apakah gigi berlubang bisa menyebabkan bau mulut?
Bisa.
Lubang pada gigi dapat menjadi tempat sisa makanan tersangkut dan sulit dibersihkan.
Pasien terkadang mengatakan:
“Dok, setiap makan daging selalu masuk ke lubang ini.”
Jika makanan terus tertinggal, bakteri dapat memecah sisa tersebut dan menimbulkan bau atau rasa tidak enak di dalam mulut.
Masalah gigi dan gusi, termasuk gigi berlubang dan infeksi, termasuk penyebab bau mulut yang dikenal.
Karena itu, gigi berlubang perlu diperiksa.
Jangan hanya menggunakan obat kumur untuk menutupi baunya.
4. Sisa Makanan di Sela Gigi
Saya sering bertanya kepada pasien:
“Selain sikat gigi, apakah menggunakan benang gigi atau pembersih sela gigi?”
Banyak yang menjawab tidak.
Sikat gigi memiliki keterbatasan dalam membersihkan area di antara dua gigi.
Sisa makanan dapat tersangkut pada sela tersebut.
Jika Anda pernah membersihkan sela gigi kemudian mencium bau tidak sedap pada benang gigi, kemungkinan terdapat plak dan sisa makanan di area tersebut.
Membersihkan sela gigi secara teratur, idealnya setiap hari, merupakan bagian penting dari kebersihan mulut.
5. Mulut Kering
Saliva atau air liur memiliki fungsi yang sangat penting.
Saliva membantu membasahi rongga mulut dan membersihkan sisa makanan dari gigi serta gusi.
Ketika produksi saliva berkurang, mulut dapat terasa kering. Kondisi mulut kering atau xerostomia juga dapat disertai bau mulut.
Beberapa pasien mengatakan:
“Dok, setiap bangun tidur mulut saya sangat kering.”
Atau:
“Saya sering merasa harus minum karena mulut lengket.”
Mulut kering dapat berhubungan dengan berbagai faktor, termasuk efek samping obat tertentu dan kondisi kesehatan tertentu.
Jika mulut kering terjadi terus-menerus, sampaikan kepada dokter gigi atau dokter.
6. Kurang Minum
Ketika tubuh kekurangan cairan, mulut dapat terasa lebih kering.
Pada pasien yang mengalami mulut kering, menjaga asupan cairan merupakan salah satu langkah sederhana yang dapat membantu menjaga kelembapan rongga mulut.
Biasakan minum air sesuai kebutuhan tubuh.
Namun, jika Anda sudah cukup minum tetapi mulut tetap sangat kering, jangan hanya terus menambah air.
Kita perlu mencari tahu penyebab mulut kering tersebut.
7. Merokok
Merokok dapat menyebabkan bau mulut.
Selain bau dari produk tembakau itu sendiri, kebiasaan merokok juga dapat memperburuk kondisi kesehatan rongga mulut.
Jika pasien datang dengan keluhan bau mulut tetapi masih merokok, saya akan menyarankan untuk menghentikan kebiasaan tersebut.
Menutupi bau rokok menggunakan permen atau obat kumur tidak menyelesaikan faktor penyebabnya.
8. Makanan dan Minuman Tertentu
Bawang, makanan dengan aroma kuat, dan beberapa jenis minuman dapat menyebabkan bau mulut sementara.
Kopi juga sering dikeluhkan pasien.
Pada kondisi seperti ini, bau biasanya berkaitan dengan makanan atau minuman yang dikonsumsi.
Menjaga kebersihan rongga mulut dan minum air dapat membantu.
Namun, jika bau mulut terus muncul setiap hari meskipun Anda tidak mengonsumsi makanan beraroma kuat, lakukan pemeriksaan.
9. Gigi Tiruan yang Tidak Dibersihkan
Pasien yang menggunakan gigi tiruan juga perlu memperhatikan kebersihannya.
Sisa makanan dan plak dapat menumpuk pada gigi tiruan.
Bersihkan gigi tiruan secara rutin dan ikuti petunjuk perawatan dari dokter gigi. NHS juga menyarankan gigi tiruan dijaga tetap bersih dan dilepas pada malam hari.
Jika gigi tiruan terasa longgar, menyebabkan luka, atau sulit dibersihkan, lakukan pemeriksaan.
10. Infeksi pada Rongga Mulut
Infeksi pada gigi dan jaringan di sekitarnya dapat menimbulkan rasa atau bau tidak sedap.
Misalnya, pasien dengan abses gigi dapat mengalami pembengkakan dan keluarnya cairan dari area tertentu.
Jangan menunggu hanya karena sakitnya berkurang.
Infeksi tetap perlu diperiksa dan ditangani sesuai penyebabnya.
Apakah Bau Mulut Selalu Berasal dari Lambung?
Ini pertanyaan yang sangat sering saya dengar.
“Dok, bau mulut saya pasti dari lambung, ya?”
Belum tentu.
Jangan langsung menyimpulkan semua bau mulut berasal dari lambung.
Masalah gigi, gusi, kebersihan lidah, dan mulut kering perlu dievaluasi. Kondisi lain seperti tonsilitis dan refluks asam juga dapat berhubungan dengan bau mulut pada sebagian orang.
Sebagai dokter gigi, saya biasanya memeriksa kondisi rongga mulut terlebih dahulu.
Jika tidak ditemukan sumber yang sesuai dari gigi dan mulut, pasien dapat disarankan melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter sesuai keluhannya.
Bagaimana Cara Mengetahui Mulut Kita Bau?
Menilai bau napas sendiri memang tidak selalu mudah.
Sebagian orang mencoba meniupkan napas ke telapak tangan. Cara ini belum tentu memberikan gambaran yang akurat.
Anda dapat meminta bantuan orang terdekat yang dipercaya untuk memberikan penilaian.
Jika merasa bau mulut terjadi terus-menerus, pemeriksaan ke dokter gigi dapat membantu melihat apakah terdapat plak, karang gigi, penyakit gusi, gigi berlubang, atau kondisi lain di dalam mulut.
Cara Mengatasi Bau Mulut
Sekarang kita masuk ke pertanyaan utama.
“Dok, bagaimana cara menghilangkan bau mulut?”
Jawabannya tergantung pada penyebabnya.
Namun, beberapa langkah berikut dapat membantu menjaga kebersihan dan kesegaran rongga mulut.
1. Sikat Gigi Dua Kali Sehari
Sikat gigi secara lembut selama sekitar dua menit menggunakan pasta gigi berfluoride.
Pastikan seluruh permukaan gigi dibersihkan.
Jangan hanya menyikat gigi depan yang terlihat ketika tersenyum.
2. Bersihkan Lidah
Gunakan tongue scraper atau alat pembersih lidah.
Bersihkan secara perlahan.
Jika Anda memiliki refleks muntah yang kuat, mulai dari area lidah yang masih nyaman kemudian lakukan secara bertahap.
3. Bersihkan Sela Gigi
Gunakan benang gigi atau sikat interdental sesuai kondisi sela gigi.
Lakukan secara teratur.
Ingat, sikat gigi tidak selalu dapat membersihkan seluruh area di antara gigi.
4. Minum Air yang Cukup
Jaga agar tubuh mendapatkan cairan sesuai kebutuhan.
Jika mulut terasa kering, minum air secara berkala dapat membantu menjaga kelembapan mulut.
Pada kondisi tertentu, mengunyah permen karet bebas gula juga dapat membantu merangsang aliran saliva.
5. Bersihkan Karang Gigi
Karang gigi yang sudah mengeras tidak dapat dibersihkan secara optimal menggunakan sikat gigi biasa.
Jika terdapat karang gigi, lakukan pemeriksaan ke dokter gigi.
Scaling dapat dilakukan sesuai kebutuhan dan kondisi jaringan periodontal pasien.
6. Rawat Gigi Berlubang
Jika terdapat gigi berlubang, jangan menunggu sampai sakit.
Dokter perlu melihat seberapa dalam kerusakan gigi.
Perawatan dapat berbeda pada setiap pasien.
Gigi mungkin membutuhkan penambalan atau perawatan lain sesuai diagnosis.
7. Hindari Merokok
Jika Anda ingin mengatasi bau mulut tetapi tetap merokok, faktor pemicunya dapat terus ada.
Berhenti merokok memberikan manfaat tidak hanya terhadap bau napas, tetapi juga kesehatan rongga mulut secara keseluruhan.
Apakah Obat Kumur Bisa Menghilangkan Bau Mulut?
Bisa membantu, tetapi ada hal yang perlu Anda pahami.
Ada obat kumur kosmetik yang terutama membantu menutupi bau sementara. Ada pula obat kumur terapeutik dengan bahan aktif tertentu yang dapat membantu mengendalikan plak, gingivitis, atau bau mulut.
Namun, obat kumur bukan pengganti sikat gigi dan membersihkan sela gigi.
Jika Anda memiliki karang gigi atau gigi berlubang, berkumur setiap hari tidak menghilangkan sumber masalah tersebut.
Untuk obat kumur tertentu seperti chlorhexidine, gunakan berdasarkan petunjuk tenaga kesehatan karena pemakaian dapat menimbulkan efek seperti perubahan warna pada gigi dan perubahan rasa.
Kenapa Bau Mulut Tidak Hilang Setelah Scaling?
Ada pasien yang mengatakan:
“Dok, saya sudah scaling. Kenapa masih bau?”
Karena karang gigi bukan satu-satunya penyebab bau mulut.
Setelah scaling, kita juga perlu melihat:
- Kebersihan lidah
- Kondisi sela gigi
- Gigi berlubang
- Kondisi gusi
- Mulut kering
- Kebiasaan merokok
- Gigi tiruan
- Kondisi kesehatan lainnya
Jadi, jangan menganggap satu kali scaling otomatis menyelesaikan semua kasus bau mulut.
Kapan Bau Mulut Harus Diperiksa?
Saya menyarankan Anda datang ke dokter gigi jika bau mulut tidak membaik setelah beberapa minggu melakukan perawatan kebersihan mulut dengan baik.
Terutama jika disertai:
- Gusi berdarah
- Gusi bengkak
- Sakit gigi
- Gigi goyang
- Gigi berlubang
- Mulut terasa sangat kering
- Keluar cairan atau nanah dari gusi
Bau mulut menetap yang disertai masalah gusi atau gigi perlu mendapatkan pemeriksaan.
Pesan Saya untuk Pasien dengan Bau Mulut
Jika Anda mengalami bau mulut, jangan hanya membeli permen mint atau mengganti obat kumur berkali-kali.
Cari tahu sumber baunya.
Saya sering menemukan penyebab yang sebenarnya dapat ditangani setelah dilakukan pemeriksaan rongga mulut.
Mungkin terdapat karang gigi.
Mungkin ada gigi berlubang yang sering kemasukan makanan.
Mungkin lidah belum dibersihkan.
Atau mungkin mulut Anda terlalu kering.
Setelah penyebab diketahui, kita dapat menentukan langkah yang lebih tepat.
Kesimpulan
Penyebab bau mulut dan cara mengatasinya sangat bergantung pada sumber masalah. Bau mulut dapat berkaitan dengan penumpukan bakteri pada lidah, plak, karang gigi, penyakit gusi, gigi berlubang, mulut kering, merokok, serta kondisi tertentu di luar rongga mulut.
Cara mengatasi bau mulut dimulai dengan menyikat gigi dua kali sehari, membersihkan lidah dan sela gigi, menjaga kecukupan cairan, serta melakukan pemeriksaan gigi secara berkala.
Jika bau mulut tidak kunjung hilang, jangan hanya menutupinya dengan permen atau obat kumur.
Pesan saya sebagai edukasi dokter gigi: bau mulut yang menetap adalah alasan untuk mencari penyebabnya. Periksa kondisi gigi, gusi, dan rongga mulut agar penanganan dapat disesuaikan dengan masalah yang ditemukan.