“Dok, saya rajin sikat gigi dua kali sehari. Tapi kenapa gigi saya tetap kuning?”

Pertanyaan kenapa gigi kuning padahal rajin sikat gigi cukup sering saya dengar dari pasien. Sebagian pasien bahkan merasa cara menyikat giginya salah atau menganggap giginya tidak bersih.

Padahal, ada satu hal yang perlu Anda pahami sejak awal.

Gigi yang sehat tidak harus berwarna putih seperti kertas.

Warna alami gigi setiap orang dapat berbeda. Ada yang terlihat putih, putih kekuningan, atau sedikit lebih gelap. Selain itu, warna gigi dipengaruhi oleh struktur gigi, usia, makanan dan minuman, kebiasaan sehari-hari, hingga kondisi tertentu pada gigi.

Jadi, jika Anda sudah rajin menyikat gigi tetapi warna gigi masih terlihat kuning, jangan langsung menyikatnya semakin keras.

Mari saya jelaskan penyebabnya satu per satu.

Apakah Gigi Kuning Berarti Gigi Kotor?

Tidak selalu.

Ini merupakan kesalahpahaman yang cukup sering terjadi.

Gigi memiliki beberapa lapisan. Bagian paling luar disebut enamel atau email gigi. Di bawahnya terdapat dentin yang secara alami memiliki warna lebih kekuningan.

Enamel tidak sepenuhnya berwarna putih pekat. Sifat dan ketebalan enamel dapat memengaruhi seberapa jelas warna dentin terlihat dari luar.

Karena itu, seseorang dapat memiliki kebersihan mulut yang baik tetapi warna giginya tetap terlihat sedikit kekuningan.

Warna gigi dan kebersihan gigi adalah dua hal yang perlu dinilai secara berbeda.

Kenapa Gigi Kuning Padahal Rajin Sikat Gigi?

Ada beberapa kemungkinan penyebab. Sebagai dokter gigi, kami perlu melihat apakah perubahan warna berasal dari permukaan gigi atau dari struktur di dalam gigi.

Berikut beberapa penyebab yang cukup sering ditemukan.

1. Warna Alami Dentin Gigi

Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, dentin memiliki warna alami yang cenderung kekuningan.

Jika lapisan enamel relatif lebih transparan, warna dentin dapat terlihat lebih jelas.

Inilah alasan mengapa tidak semua orang memiliki warna gigi yang sama meskipun sama-sama rajin menyikat gigi.

Jadi, jangan langsung menyimpulkan gigi Anda kotor hanya karena warnanya tidak putih terang.

2. Noda dari Kopi dan Teh

Saya sering bertanya kepada pasien dengan keluhan gigi kuning:

“Sering minum kopi?”

Jawabannya cukup sering adalah, “Setiap hari, Dok.”

Kopi dan teh dapat menyebabkan noda pada permukaan gigi.

Jika dikonsumsi secara rutin, pigmen dari minuman tersebut dapat berkontribusi terhadap perubahan warna ekstrinsik atau noda pada permukaan gigi.

Menyikat gigi memang membantu membersihkan plak dan sebagian noda permukaan.

Namun, noda yang sudah menumpuk tidak selalu dapat hilang hanya dengan menyikat gigi biasa.

3. Kebiasaan Merokok

Rokok dapat menyebabkan perubahan warna pada gigi.

Noda akibat kebiasaan merokok dapat terlihat kuning hingga kecokelatan pada permukaan gigi.

Selain memengaruhi warna gigi, kebiasaan merokok juga berhubungan dengan masalah kesehatan mulut lainnya.

Jika Anda rajin menyikat gigi tetapi tetap merokok, noda dapat terus terbentuk.

Karena itu, sikat gigi saja tidak selalu cukup untuk mengatasi perubahan warna akibat kebiasaan tersebut.

4. Karang Gigi

Pasien terkadang mengatakan:

“Dok, bagian bawah gigi saya kuning dan tidak hilang meskipun sudah disikat.”

Setelah diperiksa, ternyata yang terlihat bukan hanya warna alami gigi, tetapi terdapat karang gigi.

Karang gigi adalah plak yang mengalami mineralisasi dan mengeras.

Jika sudah terbentuk, karang gigi tidak dapat dibersihkan secara optimal hanya menggunakan sikat gigi di rumah.

Karang gigi perlu dibersihkan melalui tindakan scaling oleh tenaga profesional.

Jadi, jika terdapat lapisan keras berwarna kuning atau kecokelatan yang tidak hilang ketika disikat, sebaiknya lakukan pemeriksaan.

5. Teknik Sikat Gigi Kurang Tepat

Rajin sikat gigi belum tentu berarti seluruh permukaan gigi sudah dibersihkan dengan baik.

Saya sering menemukan pasien yang menyikat gigi dua atau tiga kali sehari, tetapi plak masih cukup banyak pada area tertentu.

Mengapa?

Karena ada bagian yang selalu terlewat.

Area yang sering tidak dibersihkan dengan optimal antara lain:

  • Bagian belakang gigi
  • Permukaan dekat gusi
  • Gigi geraham paling belakang
  • Sela-sela gigi

Durasi dan teknik menyikat gigi juga perlu diperhatikan.

Menyikat gigi dengan cepat selama beberapa detik tentu berbeda dengan membersihkan seluruh permukaan gigi secara sistematis.

6. Menyikat Gigi Terlalu Keras

Ketika melihat giginya kuning, sebagian pasien justru menyikat gigi semakin keras.

“Supaya putih, Dok.”

Saya tidak menyarankan cara ini.

Menyikat terlalu keras tidak membuat warna alami dentin berubah menjadi putih.

Tekanan berlebihan dan kebiasaan menyikat yang agresif dapat berkontribusi terhadap kerusakan permukaan gigi atau masalah pada area gusi.

Jika terjadi penipisan atau perubahan pada struktur permukaan gigi, warna lapisan di bawahnya dapat terlihat lebih jelas.

Gunakan sikat berbulu lembut dan lakukan gerakan secara terkontrol.

Gigi tidak perlu digosok seperti membersihkan lantai.

7. Faktor Usia

Seiring bertambahnya usia, warna gigi dapat mengalami perubahan.

Enamel dapat mengalami perubahan dan warna dentin menjadi lebih terlihat.

Karena itu, warna gigi seseorang pada usia dewasa tidak selalu sama dengan ketika masih remaja.

Perubahan warna tersebut tidak selalu menunjukkan adanya penyakit.

Namun, pemeriksaan tetap diperlukan jika perubahan terjadi secara tiba-tiba atau hanya mengenai satu gigi.

8. Perubahan Warna dari Dalam Gigi

Tidak semua gigi kuning berasal dari noda permukaan.

Pada beberapa kondisi, perubahan warna berasal dari struktur internal gigi.

Misalnya, riwayat trauma pada gigi atau kondisi tertentu selama perkembangan gigi dapat memengaruhi warna.

Perubahan warna intrinsik seperti ini biasanya tidak mudah dihilangkan hanya dengan menyikat gigi atau menggunakan pasta gigi pemutih.

Dokter perlu menilai penyebabnya sebelum menentukan pilihan perawatan.

Kenapa Hanya Satu Gigi yang Berubah Warna?

Jika hanya satu gigi yang berubah menjadi lebih kuning, abu-abu, atau gelap dibandingkan gigi lainnya, saya menyarankan Anda melakukan pemeriksaan.

Terutama jika gigi tersebut pernah mengalami benturan.

Pasien terkadang lupa bahwa beberapa tahun sebelumnya pernah jatuh atau terkena benturan pada gigi depan.

Trauma dapat memengaruhi jaringan pulpa di dalam gigi.

Perubahan warna satu gigi perlu diperiksa untuk mengetahui kondisi jaringan di dalamnya.

Jangan hanya mencoba memutihkan gigi tersebut menggunakan bahan pemutih tanpa mengetahui penyebabnya.

Apakah Pasta Gigi Pemutih Bisa Menghilangkan Gigi Kuning?

Pasta gigi pemutih dapat membantu mengurangi sebagian noda pada permukaan gigi.

Namun, hasilnya bergantung pada penyebab perubahan warna.

Jika warna kekuningan berasal dari dentin atau struktur internal gigi, pasta gigi tidak dapat mengubah warna tersebut secara drastis.

Saya juga menyarankan pasien berhati-hati menggunakan produk yang terlalu abrasif secara berlebihan.

Jangan menggunakan produk hanya karena menjanjikan “gigi putih dalam satu hari”.

Periksa kandungan dan gunakan produk sesuai petunjuk.

Apakah Scaling Bisa Membuat Gigi Putih?

Ini pertanyaan yang sering ditanyakan setelah pasien melihat video scaling.

“Dok, kalau scaling gigi saya jadi putih?”

Tujuan utama scaling adalah membersihkan karang gigi dan deposit pada permukaan gigi.

Jika warna kuning yang Anda lihat berasal dari karang atau noda permukaan, setelah dibersihkan gigi dapat terlihat lebih bersih dan cerah.

Namun, scaling tidak mengubah warna alami gigi menjadi putih seperti prosedur bleaching.

Jadi, scaling dan bleaching memiliki tujuan yang berbeda.

Bagaimana Cara Memutihkan Gigi Kuning?

Sebelum memutihkan gigi, cari tahu terlebih dahulu penyebab warna kuning tersebut.

Jika terdapat karang gigi, dokter dapat merekomendasikan scaling.

Jika terdapat noda permukaan, pembersihan profesional dapat membantu.

Jika pasien ingin membuat warna gigi terlihat lebih cerah, prosedur bleaching dapat dipertimbangkan setelah kondisi gigi dan gusi diperiksa.

Pada kasus perubahan warna tertentu, pilihan perawatan lain mungkin diperlukan.

Tidak ada satu metode pemutihan yang cocok untuk semua pasien.

Apakah Bleaching Gigi Aman?

Bleaching gigi dapat dilakukan dengan bahan dan teknik yang sesuai.

Namun, sebelum melakukan bleaching, dokter perlu menilai kondisi rongga mulut.

Apakah terdapat gigi berlubang?

Apakah gusi sedang mengalami peradangan?

Apakah terdapat gigi sensitif?

Apakah ada tambalan pada gigi depan?

Hal-hal tersebut perlu diperhatikan.

Pasien juga perlu mengetahui bahwa bahan bleaching tidak selalu mengubah warna tambalan, crown, atau restorasi gigi dengan cara yang sama seperti gigi alami.

Karena itu, lakukan konsultasi terlebih dahulu.

Cara Menjaga Gigi agar Tidak Mudah Kuning

Beberapa kebiasaan dapat membantu menjaga kebersihan dan warna permukaan gigi:

  1. Sikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride.
  2. Gunakan sikat berbulu lembut.
  3. Bersihkan sela-sela gigi setiap hari.
  4. Batasi frekuensi konsumsi minuman yang mudah menyebabkan noda.
  5. Berkumur atau minum air setelah minum kopi dan teh.
  6. Hindari merokok.
  7. Lakukan pemeriksaan gigi secara berkala.
  8. Bersihkan karang gigi sesuai kebutuhan dan hasil pemeriksaan.

Jangan menyikat gigi terlalu keras hanya karena ingin mendapatkan warna gigi yang lebih putih.

Kapan Gigi Kuning Harus Diperiksa?

Lakukan pemeriksaan ke dokter gigi jika:

  • Warna satu gigi berubah secara tiba-tiba
  • Gigi menjadi gelap setelah benturan
  • Terdapat lapisan keras yang tidak dapat disikat
  • Gusi mudah berdarah
  • Terdapat bau mulut menetap
  • Gigi terasa sakit atau ngilu
  • Anda ingin melakukan bleaching

Pemeriksaan membantu menentukan apakah warna kuning berasal dari noda, karang gigi, warna alami, atau perubahan pada struktur gigi.

Pesan Saya untuk Pasien yang Merasa Giginya Kuning

Jika Anda sudah rajin menyikat gigi tetapi gigi masih terlihat kekuningan, jangan langsung menyalahkan cara Anda merawat gigi.

Dan jangan menyikat gigi semakin keras.

Gigi sehat tidak harus berwarna putih seperti iklan pasta gigi.

Yang lebih penting adalah memastikan gigi bebas dari karies, gusi sehat, dan kebersihan rongga mulut terjaga.

Jika Anda ingin memperbaiki warna gigi, cari tahu penyebabnya terlebih dahulu.

Apakah karena kopi?

Karang gigi?

Noda rokok?

Atau memang warna alami gigi?

Setelah penyebab diketahui, dokter gigi dapat membantu menentukan perawatan yang sesuai.

Kesimpulan

Kenapa gigi kuning padahal rajin sikat gigi? Penyebabnya dapat berasal dari warna alami dentin, noda kopi dan teh, kebiasaan merokok, karang gigi, teknik menyikat yang kurang tepat, faktor usia, atau perubahan warna dari dalam gigi.

Menyikat gigi secara rutin sangat penting untuk menjaga kebersihan rongga mulut. Namun, sikat gigi tidak selalu dapat mengubah warna alami gigi atau membersihkan karang gigi yang sudah mengeras.

Jika warna gigi membuat Anda khawatir atau hanya satu gigi yang mengalami perubahan warna, lakukan pemeriksaan ke dokter gigi.

Pesan saya sebagai edukasi kepada pasien: jangan mengejar gigi putih dengan menyikat terlalu keras atau menggunakan bahan sembarangan. Cari tahu penyebab warna gigi terlebih dahulu, kemudian pilih perawatan yang tepat dan aman.