Melihat anak mengeluh sakit gigi tentu membuat orang tua khawatir. Apalagi jika si kecil mulai sulit makan, menangis pada malam hari, atau menunjukkan adanya lubang pada giginya.

Dalam kondisi seperti ini, banyak orang tua mulai mencari dokter gigi anak untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan yang sesuai.

Namun, apakah anak hanya perlu dibawa ke dokter gigi ketika sakit? Apa bedanya dokter gigi anak dengan dokter gigi pada umumnya? Dan bagaimana jika anak takut diperiksa?

Berikut penjelasan yang perlu diketahui orang tua.

Apa Itu Dokter Gigi Anak?

Dokter gigi anak adalah dokter gigi yang menangani kesehatan gigi dan mulut bayi, anak, hingga remaja.

Sementara itu, dokter gigi spesialis kedokteran gigi anak (Sp.KGA) merupakan dokter gigi yang telah menjalani pendidikan spesialis dalam bidang kedokteran gigi anak.

Perawatan gigi pada anak memiliki tantangan tersendiri. Anak mungkin merasa takut, sulit membuka mulut, menangis, atau belum memahami mengapa giginya perlu diperiksa.

Karena itu, pendekatan kepada pasien anak menjadi bagian penting dalam perawatan gigi.

Kapan Anak Harus Dibawa ke Dokter Gigi?

Banyak orang tua menunggu sampai anak mengalami sakit gigi sebelum melakukan pemeriksaan.

Padahal, pemeriksaan gigi sebaiknya dilakukan sejak dini.

Anak perlu dibawa ke dokter gigi jika mengalami:

  • Gigi berlubang
  • Sakit gigi
  • Gusi bengkak
  • Gigi patah akibat jatuh
  • Gigi berubah warna
  • Bau mulut yang menetap
  • Kesulitan mengunyah
  • Gigi tumbuh tidak teratur
  • Gigi susu belum tanggal
  • Anak mengeluh ngilu saat makan atau minum

Selain karena keluhan, kunjungan rutin dapat membantu menemukan masalah gigi sebelum menimbulkan rasa sakit.

Anak Tidak Sakit Gigi, Apakah Tetap Perlu ke Dokter Gigi?

Ya. Anak tidak harus menunggu sakit untuk datang ke dokter gigi.

Lubang gigi pada tahap awal terkadang belum menimbulkan keluhan. Orang tua mungkin baru menyadarinya ketika lubang sudah terlihat besar atau anak mulai mengeluh sakit.

Pemeriksaan sejak dini memungkinkan kondisi gigi dipantau dan masalah ditemukan lebih awal.

Dokter juga dapat memberikan edukasi mengenai cara menyikat gigi, penggunaan pasta gigi, kebiasaan makan, dan pencegahan gigi berlubang.

Masalah Gigi Anak yang Sering Ditangani

Berikut beberapa masalah yang sering membuat orang tua mencari dokter gigi anak.

1. Gigi Berlubang pada Anak

Gigi berlubang merupakan salah satu masalah kesehatan gigi yang sering terjadi pada anak.

Awalnya, kerusakan dapat terlihat sebagai perubahan warna pada permukaan gigi. Jika terus berkembang, terbentuk lubang yang semakin besar.

Anak dapat mengalami ngilu, sakit saat makan, hingga nyeri berdenyut.

Gigi berlubang sebaiknya diperiksa sebelum menimbulkan infeksi atau pembengkakan.

2. Sakit Gigi pada Anak

Anak yang sakit gigi dapat menjadi lebih rewel, sulit tidur, dan kehilangan nafsu makan.

Pada anak yang masih kecil, rasa sakit terkadang sulit dijelaskan.

Orang tua perlu memperhatikan jika anak sering memegang pipi, menolak mengunyah pada satu sisi, atau menangis ketika makan.

Jangan memberikan antibiotik atau obat dewasa secara sembarangan kepada anak.

3. Gusi Bengkak

Gusi bengkak dapat terjadi karena berbagai penyebab, termasuk masalah kebersihan mulut atau infeksi yang berasal dari gigi.

Jika pembengkakan disertai sakit, demam, atau keluar cairan, anak sebaiknya segera diperiksa.

4. Gigi Anak Patah karena Jatuh

Anak aktif bermain dan berisiko mengalami benturan pada gigi.

Jika gigi patah, bergeser, atau tanggal akibat benturan, segera bawa anak ke dokter gigi.

Meskipun yang terkena adalah gigi susu, pemeriksaan tetap diperlukan untuk menilai kondisi jaringan dan gigi di sekitarnya.

5. Gigi Susu Belum Tanggal

Sebagian orang tua khawatir ketika gigi permanen mulai tumbuh tetapi gigi susu belum tanggal.

Kondisi ini dapat menyebabkan gigi terlihat tumbuh berlapis.

Dokter gigi akan memeriksa apakah gigi susu masih dapat ditunggu untuk tanggal secara alami atau membutuhkan tindakan tertentu.

Perawatan Apa Saja yang Bisa Dilakukan Dokter Gigi Anak?

Jenis perawatan akan disesuaikan dengan usia, kondisi gigi, dan kemampuan anak untuk bekerja sama selama pemeriksaan.

Perawatan dapat meliputi:

  • Pemeriksaan gigi dan mulut
  • Pembersihan gigi
  • Perawatan gigi berlubang
  • Tambal gigi anak
  • Perawatan pulpa atau saraf gigi susu
  • Pencabutan gigi sesuai indikasi
  • Perawatan gigi akibat trauma
  • Pencegahan gigi berlubang
  • Edukasi kebersihan gigi dan mulut

Dokter akan menentukan perawatan setelah melakukan pemeriksaan.

Apakah Gigi Susu yang Berlubang Harus Ditambal?

Salah satu pertanyaan yang sering diajukan orang tua adalah, “Untuk apa gigi susu ditambal? Nanti juga tanggal.”

Gigi susu memang akan digantikan oleh gigi permanen. Namun, gigi susu memiliki fungsi penting selama masa pertumbuhan anak.

Gigi susu membantu anak mengunyah makanan, berbicara, dan mempertahankan ruang bagi pertumbuhan gigi permanen.

Gigi susu yang berlubang dan dibiarkan dapat menimbulkan sakit atau infeksi.

Karena itu, dokter akan menilai apakah gigi perlu ditambal, mendapatkan perawatan lain, atau dicabut berdasarkan kondisinya.

Bagaimana Jika Anak Takut ke Dokter Gigi?

Takut ke dokter gigi merupakan kondisi yang cukup sering terjadi pada anak.

Orang tua memiliki peran penting dalam mempersiapkan anak sebelum kunjungan.

Hindari menakut-nakuti anak dengan kata seperti “disuntik”, “dicabut”, atau “nanti sakit”.

Jangan pula menggunakan dokter gigi sebagai ancaman ketika anak tidak mau menyikat gigi.

Sampaikan dengan bahasa sederhana bahwa dokter akan melihat dan membantu menjaga gigi agar tetap sehat.

Usahakan orang tua tetap tenang selama menemani anak. Sikap cemas orang tua dapat memengaruhi respons anak.

Tips Memilih Dokter Gigi Anak

Saat memilih tempat perawatan gigi untuk anak, orang tua dapat mempertimbangkan beberapa hal:

  1. Dokter memiliki pengalaman menangani pasien anak.
  2. Pendekatan pemeriksaan disesuaikan dengan usia anak.
  3. Anak diberikan waktu untuk beradaptasi.
  4. Orang tua mendapatkan penjelasan mengenai kondisi gigi anak.
  5. Rencana perawatan dijelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami.
  6. Lingkungan pelayanan mendukung kenyamanan anak.

Untuk kasus tertentu atau anak yang membutuhkan pendekatan khusus, orang tua dapat mempertimbangkan pemeriksaan oleh dokter gigi spesialis kedokteran gigi anak.

Berapa Lama Sekali Anak Perlu Periksa Gigi?

Jadwal pemeriksaan gigi dapat berbeda pada setiap anak.

Dokter akan mempertimbangkan kondisi kesehatan gigi, risiko gigi berlubang, kebiasaan makan, dan kebersihan mulut anak.

Sebagian anak mungkin membutuhkan pemantauan lebih sering dibandingkan anak lainnya.

Karena itu, ikuti jadwal kontrol yang disarankan dokter gigi setelah pemeriksaan.

Cara Menjaga Gigi Anak Agar Tidak Mudah Berlubang

Pencegahan masalah gigi dimulai dari kebiasaan sehari-hari di rumah.

Biasakan anak menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride sesuai usia dan anjuran.

Orang tua perlu membantu atau mengawasi proses menyikat gigi, terutama pada anak yang masih kecil.

Selain itu:

  • Batasi frekuensi makanan manis.
  • Kurangi kebiasaan minum minuman tinggi gula.
  • Hindari tidur dengan sisa makanan atau minuman manis pada gigi.
  • Biasakan minum air putih.
  • Periksa kondisi gigi anak secara rutin.

Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat membantu menjaga kesehatan gigi anak.

Jangan Tunggu Anak Menangis karena Sakit Gigi

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah membawa anak ke dokter gigi ketika rasa sakit sudah sangat berat.

Dalam kondisi sakit, anak mungkin menjadi lebih takut dan sulit bekerja sama saat diperiksa.

Sebaliknya, kunjungan ketika anak tidak sedang mengalami nyeri berat dapat membantu anak mengenal lingkungan dokter gigi dengan pengalaman yang lebih nyaman.

Pemeriksaan sejak dini juga membantu orang tua mengetahui kondisi gigi anak sebelum masalah berkembang menjadi lebih parah.

Kapan Harus Segera Membawa Anak ke Dokter Gigi?

Segera lakukan pemeriksaan jika anak mengalami sakit gigi berat, pembengkakan pada gusi atau wajah, demam yang disertai masalah gigi, keluar nanah, atau mengalami cedera pada gigi.

Jika pembengkakan menyebabkan anak sulit bernapas atau menelan, segera cari pertolongan medis.

Jangan memberikan antibiotik tanpa pemeriksaan dan resep tenaga kesehatan.

Kesimpulan

Dokter gigi anak membantu menjaga dan menangani berbagai masalah kesehatan gigi dan mulut pada bayi, anak, hingga remaja.

Anak tidak perlu menunggu sakit gigi untuk melakukan pemeriksaan. Kunjungan sejak dini dapat membantu menemukan masalah gigi lebih awal sekaligus membangun kebiasaan merawat kesehatan gigi.

Jika anak mengalami gigi berlubang, sakit gigi, gusi bengkak, atau trauma pada gigi, segera lakukan pemeriksaan.

Jangan tunggu si kecil menangis karena sakit gigi. Pemeriksaan lebih awal dapat membantu anak mendapatkan perawatan yang sesuai dengan kondisi giginya.