Gigi berlubang yang terasa sakit dapat sangat mengganggu aktivitas. Rasa nyeri bisa muncul saat makan, minum dingin, mengonsumsi makanan manis, bahkan terasa berdenyut saat malam hari.
Tidak heran jika banyak orang mencari cara mengatasi gigi berlubang yang sakit dengan cepat. Sebagian memilih minum obat, berkumur air garam, atau mencoba berbagai bahan tradisional.
Namun, perlu dipahami bahwa rasa sakit pada gigi berlubang dapat menandakan kerusakan gigi sudah berkembang lebih dalam. Obat pereda nyeri mungkin membantu sementara, tetapi tidak menutup atau memperbaiki lubang pada gigi.
Lantas, bagaimana cara mengatasi gigi berlubang yang sakit dengan tepat? Berikut penjelasan lengkapnya.
Kenapa Gigi Berlubang Bisa Terasa Sakit?
Gigi memiliki beberapa lapisan. Bagian terluar disebut enamel, kemudian terdapat dentin dan bagian dalam yang berisi jaringan pulpa atau saraf gigi.
Pada tahap awal, lubang gigi mungkin tidak menimbulkan rasa sakit. Ketika kerusakan berkembang lebih dalam, gigi dapat menjadi lebih sensitif terhadap makanan manis serta suhu panas atau dingin.
Jika kerusakan mendekati atau mencapai jaringan pulpa, rasa sakit dapat menjadi semakin berat.
Keluhan yang mungkin muncul antara lain:
- Gigi terasa ngilu
- Nyeri saat makan atau minum
- Sakit ketika menggigit
- Nyeri berdenyut
- Sakit muncul secara tiba-tiba
- Nyeri terasa lebih berat pada malam hari
- Gusi di sekitar gigi membengkak
Semakin dalam kerusakan gigi, perawatan yang diperlukan dapat menjadi lebih kompleks.
Cara Mengatasi Gigi Berlubang yang Sakit di Rumah
Perawatan di rumah hanya bertujuan untuk membantu mengurangi rasa sakit sementara. Tindakan ini bukan pengganti pemeriksaan dan perawatan dokter gigi.
Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan.
1. Berkumur dengan Air Garam Hangat
Berkumur menggunakan air garam hangat dapat membantu membersihkan rongga mulut.
Campurkan garam secukupnya ke dalam segelas air hangat. Gunakan larutan tersebut untuk berkumur, kemudian buang.
Hindari menelan air garam.
Berkumur air garam dapat digunakan sebagai langkah sementara pada orang dewasa ketika mengalami sakit gigi.
2. Bersihkan Gigi yang Berlubang Secara Perlahan
Sisa makanan dapat masuk dan tersangkut pada lubang gigi. Kondisi ini terkadang membuat rasa sakit semakin mengganggu.
Sikat gigi menggunakan sikat berbulu lembut secara perlahan.
Jangan mengorek lubang gigi menggunakan tusuk gigi, jarum, atau benda tajam lainnya. Tindakan tersebut dapat menyebabkan luka pada jaringan di sekitar gigi.
3. Konsumsi Obat Pereda Nyeri yang Sesuai
Obat pereda nyeri seperti paracetamol atau, pada orang yang sesuai, ibuprofen dapat membantu mengurangi sakit gigi sementara.
Pedoman American Dental Association merekomendasikan obat nonopioid sebagai terapi lini pertama untuk banyak kondisi nyeri gigi akut. NSAID seperti ibuprofen dapat digunakan sendiri atau bersama acetaminophen/paracetamol pada pasien yang sesuai.
Gunakan obat sesuai aturan pada kemasan atau petunjuk dokter dan apoteker.
Ibuprofen tidak cocok untuk semua orang. Jika memiliki kondisi kesehatan tertentu, sedang mengonsumsi obat lain, atau sedang hamil, konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan.
4. Hindari Makanan Manis
Makanan dan minuman tinggi gula dapat memicu rasa tidak nyaman pada gigi berlubang.
Untuk sementara, kurangi konsumsi:
- Permen
- Cokelat
- Minuman manis
- Kue
- Minuman bersoda
Setelah makan, jaga kebersihan gigi dan mulut dengan baik.
5. Hindari Makanan Terlalu Panas atau Dingin
Gigi berlubang dapat menjadi sensitif terhadap perubahan suhu.
Es, minuman dingin, kopi sangat panas, atau makanan panas dapat memicu rasa ngilu.
Pilih makanan dan minuman dengan suhu yang lebih nyaman selama gigi masih terasa sakit.
6. Konsumsi Makanan Lunak
Jika sakit muncul ketika mengunyah, pilih makanan bertekstur lunak.
Anda dapat mengonsumsi bubur, telur, yogurt, kentang lembut, atau makanan lain yang mudah dikunyah.
Usahakan tidak mengunyah menggunakan sisi gigi yang sakit.
Apakah Obat Bisa Menyembuhkan Gigi Berlubang?
Tidak. Obat pereda nyeri tidak dapat menutup lubang pada gigi.
Obat hanya membantu mengurangi rasa sakit untuk sementara. Perawatan gigi tetap diperlukan untuk menangani penyebab nyeri.
Pedoman penanganan nyeri gigi menegaskan bahwa obat pereda nyeri merupakan penanganan sementara ketika perawatan definitif belum dapat segera dilakukan, bukan pengganti tindakan pada gigi.
Karena itu, jika sakit kembali muncul setelah efek obat habis, kemungkinan sumber masalah pada gigi masih ada.
Cara Mengatasi Gigi Berlubang yang Sakit di Dokter Gigi
Perawatan ditentukan berdasarkan kedalaman lubang dan kondisi jaringan gigi.
Dokter gigi akan melakukan pemeriksaan. Pada kondisi tertentu, pemeriksaan radiografi atau rontgen gigi mungkin diperlukan.
Beberapa pilihan perawatan meliputi:
1. Tambal Gigi
Jika kerusakan gigi masih memungkinkan untuk diperbaiki, dokter dapat melakukan penambalan.
Jaringan gigi yang mengalami kerusakan akan dibersihkan sebelum bahan tambalan ditempatkan.
Tambal gigi bertujuan mengembalikan bentuk dan fungsi gigi serta menutup area yang mengalami kerusakan.
2. Perawatan Saluran Akar
Jika kerusakan telah mencapai jaringan pulpa atau saraf gigi, tambal biasa mungkin tidak cukup.
Dokter dapat mempertimbangkan perawatan saluran akar.
Dalam perawatan ini, jaringan di dalam saluran akar yang mengalami masalah dibersihkan. Saluran akar kemudian dirawat dan ditutup menggunakan bahan tertentu.
Perawatan saluran akar dapat menjadi pilihan untuk mempertahankan gigi pada kondisi yang sesuai.
3. Cabut Gigi
Pada gigi yang mengalami kerusakan sangat berat dan tidak dapat dipertahankan, pencabutan mungkin menjadi salah satu pilihan.
Dokter akan menilai kondisi mahkota gigi, akar, jaringan sekitar, dan faktor lainnya sebelum menentukan tindakan.
Cabut gigi bukan selalu menjadi pilihan pertama. Jika gigi masih dapat dipertahankan, dokter dapat mempertimbangkan perawatan lainnya.
Gigi Berlubang Sakit Berdenyut, Apa Penyebabnya?
Rasa sakit berdenyut dapat berkaitan dengan peradangan pada jaringan di dalam gigi atau masalah pada jaringan sekitar akar.
Nyeri dapat muncul secara spontan dan terkadang terasa semakin mengganggu pada malam hari.
Jika sakit berdenyut terus-menerus, jangan hanya mengandalkan obat.
Segera lakukan pemeriksaan dokter gigi untuk mengetahui kondisi pulpa dan jaringan di sekitar gigi.
Bagaimana Jika Gigi Berlubang Disertai Bengkak?
Gigi berlubang yang disertai pembengkakan perlu mendapatkan perhatian.
Pembengkakan dapat berkaitan dengan infeksi atau terbentuknya abses pada area gigi.
Gejalanya dapat berupa:
- Gusi membengkak
- Pipi terlihat membesar
- Nyeri berdenyut
- Sakit saat menggigit
- Keluar cairan atau nanah
- Rasa tidak enak di mulut
- Demam
Antibiotik tidak otomatis diperlukan untuk semua sakit gigi. Pedoman ADA merekomendasikan perawatan gigi sebagai prioritas untuk sebagian besar nyeri dan pembengkakan akibat kondisi pulpa atau jaringan sekitar akar. Antibiotik dipertimbangkan pada kondisi tertentu, termasuk ketika terdapat tanda keterlibatan sistemik seperti demam atau malaise.
Jangan membeli dan mengonsumsi antibiotik sembarangan.
Bolehkah Memasukkan Obat ke Dalam Gigi Berlubang?
Sebaiknya jangan memasukkan tablet obat yang dihancurkan langsung ke dalam lubang gigi.
Jangan pula menggunakan cairan atau bahan kimia yang tidak diperuntukkan bagi jaringan mulut.
Penggunaan bahan sembarangan dapat menyebabkan iritasi pada gusi dan jaringan di sekitar gigi.
Gunakan obat sesuai cara pemakaian yang tertera pada produk atau berdasarkan petunjuk tenaga kesehatan.
Cara Mengatasi Gigi Berlubang yang Sakit pada Malam Hari
Sakit gigi pada malam hari sering terasa sangat mengganggu karena dapat membuat seseorang sulit tidur.
Sambil menunggu pemeriksaan dokter gigi, Anda dapat:
- Membersihkan gigi secara perlahan.
- Berkumur menggunakan air garam hangat.
- Menghindari makanan manis.
- Tidak mengunyah menggunakan gigi yang sakit.
- Menggunakan pereda nyeri yang sesuai.
- Menghindari minuman sangat panas atau dingin.
Langkah tersebut hanya bertujuan mengurangi keluhan sementara.
Jika nyeri berat mengganggu tidur atau aktivitas dan tidak membaik dengan pereda nyeri, diperlukan pemeriksaan gigi segera.
Cara Mengatasi Gigi Berlubang yang Sakit pada Ibu Hamil
Ibu hamil sebaiknya tidak mengonsumsi obat sakit gigi sembarangan.
Beritahu dokter gigi mengenai kondisi kehamilan dan usia kehamilan sebelum mendapatkan perawatan atau menggunakan obat tertentu.
Jangan menunda pemeriksaan hanya karena sedang hamil, terutama jika terdapat nyeri berat atau pembengkakan.
Dokter gigi dapat mempertimbangkan jenis perawatan dan obat berdasarkan kondisi pasien.
Kapan Harus Segera ke Dokter Gigi?
Lakukan pemeriksaan jika sakit gigi berlangsung lebih dari dua hari, tidak membaik dengan obat pereda nyeri, sakit saat menggigit, disertai demam, gusi merah, rasa tidak enak di mulut, atau pembengkakan pada pipi dan rahang.
Segera cari pertolongan medis apabila pembengkakan pada mulut atau leher menyebabkan kesulitan bernapas atau menelan.
Jangan menunggu sampai infeksi semakin berat.
Apakah Gigi Berlubang yang Sudah Tidak Sakit Berarti Sembuh?
Belum tentu.
Rasa sakit dapat berubah atau berkurang meskipun kerusakan gigi masih ada.
Lubang pada gigi tidak otomatis tertutup hanya karena rasa nyeri menghilang.
Oleh sebab itu, gigi yang pernah sakit berat atau sering kambuh tetap sebaiknya diperiksa.
Cara Mencegah Gigi Berlubang Semakin Parah
Menjaga kebersihan mulut dapat membantu mencegah kerusakan gigi berkembang lebih lanjut.
Sikat gigi minimal dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride. Bersihkan sela-sela gigi dan batasi frekuensi konsumsi makanan serta minuman manis.
Lakukan pemeriksaan gigi secara berkala.
Jika ditemukan lubang kecil, perawatan lebih awal dapat membantu mencegah kerusakan berkembang lebih dalam.
Kesimpulan
Cara mengatasi gigi berlubang yang sakit dapat dilakukan sementara dengan berkumur air garam, menjaga kebersihan gigi, menghindari makanan manis serta suhu ekstrem, memilih makanan lunak, dan menggunakan obat pereda nyeri yang sesuai.
Namun, cara tersebut tidak dapat memperbaiki lubang gigi.
Gigi berlubang mungkin membutuhkan tambal gigi, perawatan saluran akar, atau pencabutan tergantung tingkat kerusakannya.
Jika sakit terus berulang, berdenyut, disertai bengkak atau demam, segera periksa ke dokter gigi untuk mendapatkan penanganan yang tepat.